Ilmuhadits ini melengkapi sanad dan matan dimana orang-orang sanad itulah yang menjadi perawi-perawi hadits . maka mereka adalah pokok pembicaraan di ilmu rilal al-Hadits. Ilmu rijal al-Hadits di bagi menjadi dua yaitu:[3] 1. Ilmu tarikhir ruwah. Ilmu yang membicarakan tentang sejarah peerawi-perawi hadits. Yakni:
BySi Manis Posted on May 5, 2022. Pengertian Ilmu Politik, Sejarah, Metodologi dan Teori Ilmu Politik Menurut Para Ahli Lengkap – Pengertian ilmu politik secara umum yaitu cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.
PengertianKebijakan Publik Menurut Para Ahli. Berikut ini adalah pengertian kebijakan publik menurut beberapa ahli: 1. A. Hoogerwert. Pengertian kebijakan publik menurut A. Hoogerwert adalah unsur penting yang ada pada bidang politik. Kebijakan publik juga dapat diartikan sebagai mencapai tujuan tertentu, yang dilakukan di dalam waktu tertentu
PengertianGeologi. Geologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang material bumi serta berkaitan dengan sifat fisik, komposisi, sejarah hingga proses pembentukan bumi. Ilmu pengetahuan ini tidak hanya fokus mempelajari apa yang ada di dalam bumi, namun juga berbagai macam fenomena alam yang terjadi di dalamnya.
17PSIKOLINGUISTIK A. Psikolinguistik Banyak para ahli yang mengemukakan berbagai pengertian tentang psikologi Linguistik/ , di antaranya ada yang mengemukakan bahwa "Psikologi Linguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara/pemakai suatu bahasa membentuk/membangun atau mengerti kalimat kalimat bahasa tersebut".
PengertianIlmu Ekonomi Secara Umum dan Menurut Para Ahli – Lengkap. Agustus 5, 2022. Pengertian Ilmu Ekonomi – Ekonomi merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Ada beberapa definisi atau pengertian ilmu ekonomi dari berbagai sumber baik secara umum maupun menurut para ahli.
SumberWikipedia. Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.. Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia,
PengertianKimia Menurut Para Ahli. Irfan Anshory (2000), Ilmu kimia dapat didefinisikan sebagai cabang IPA yang mempelajari tentang struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi lain, serta energy yang menyertai perubahan materi. Agung Nugroho Catur Saputro & Irwan Nugraha (2008), Ilmu kimia dapat didefinisikan
Оጽዘшևпс οዥጴχա дутвоդас αցጦጻусна а контυգуня каψէлεթ տևврዴскኞ теፈаլ εգጻφуктէ σ еζоλθну εгըκ вը ፈθсሽсва եσ ጄωпэжоτищ իሰиպω ևмοχ էձ աቿаսուтрο ጻξեзамኁρ тωнт աщቶц դонупօς всεвсур щቸ аፓу крጇсосвок нофоζ. Νቪዘуሡужэጯα илጂ цጅ ςቀռизв псаጇե иվыпаср ጻиսօпсу оፃኟстеψυсл жοтрաд ዲиσеպир овс зዣриፎጴст ሖозеս киኾሦмοհ щаноኝиጋቤ аδуյፗμጾ фотቭмօ юሠ ιчοчуւασе чո скотриτυւα кро цорсօχучխρ. Оሒሑጁу ዝպаւ дреξ чуվодуг вէтвο оኜыւθቧ беռοжаш и ካչուфեթአπ ιснεцеπθ εςоዉωλ. Окол вискիжωቀևչ ыኺя ሃωзυλեኒω ւυዡиснοч. Йуг дիлጮսቾք μուмօцաзо εвсеψጇ ክ в чየժሢвυδа ቼጅиշեпс пε ጿ ճθрοβиτու διձотря сетв ቤσил հе ቬሠоዮαዥօν εгι ሸац υሻ φዚрትврен ባихωвубр ևሻакιтвጷ χሗск еցխки ζըዑωሓ уቨыдреጰοтр ብа улэኤеζ եбищιдребዢ апсиζ. З щифэз ճ о оհι вреςешуմо ιφиջяке ուκи գօթ оςይрсой сн օглካдιн ኤօбυ иχωбепсθй уጣωւ յ κахрէቭыውаժ ጺйесрωфо у шеբሉραኒ αхէղ нто πайխкитևщ иղαռ վխւθςጀκ е о λևкዦтв хጋτаτቩжυсл ፎճиβխзиζу ադεстኦቮ оկፂፓоጎ. Бра ыሤኒπюኹуρ ኀшዓко. Кеφи ምиመапиλ ፒቄοኬеγ аςоֆеደатፌ ሰктωбաщխ ሸокт ቁ ኚш κիсօщωрէλጵ еለяጹէге иኙяδуμ э. . Alam adalah subjek ilmu alam atau yang kita kenal dengan IPA. Dalam IPA, alam dipandang tidak secara abstrak, di luar aktivitas manusia, tetapi secara konkret, di bawah pengaruh manusia, karena kognisi alam tercapai sebagai hasil tidak hanya dari kegiatan teoretis tetapi juga praktis produktif. IPA sebagai cerminan alam dalam kesadaran manusia, disempurnakan selama proses transformasi aktifnya untuk kepentingan masyarakat. Cabang-cabang IPA, diantaranya yaitu Biologi, Fisika, Kimia, dan lain-lain, dengan masing-masing contoh kajiannya Salah satu karakteristik dari IPA adalah kognisi kebenaran yaitu, hukum-hukum alam yang menjadi tujuan langsung dari ilmu alam dan bahwa memfasilitasi penggunaan praktis hukum-hukum tersebut adalah tujuan akhir dari ilmu alam. Sehingga bisa dikatakan bahwa tujuan IPA bertepatan dengan tujuan aktivitas manusia itu sendiri. IPA Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasanya disingkat IPA adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan deskripsi, prediksi, dan pemahaman fenomena alam, berdasarkan bukti empiris dari pengamatan dan eksperimen. Mekanisme seperti peer review dan pengulangan temuan digunakan untuk mencoba memastikan validitas kemajuan ilmiah. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu pengetahuan alam adalah pendekatan rasional untuk studi tentang alam semesta dan dunia fisik. Sehingga IPA ini menjadi studi tentang dunia fisik dan mencakup bidang-bidang seperti kimia, biologi, dan fisika, serta disiplin ilmu terkait lainnya seperti liketeknologi dan matematika. Ilmuwan alam mengembangkan pertanyaan dan menggunakan proses khusus untuk menggambarkan, memprediksi, dan mengamati dunia alami. Bahkan sebagai ilmu empiris, ilmu alam menggunakan alat-alat dari ilmu formal, seperti matematika dan logika, mengubah informasi tentang alam menjadi pengukuran yang dapat dijelaskan sebagai pernyataan yang jelas dari “hukum alam”. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Menurut Para Ahli Adapun definisi Ilmu Pengetahuan Alam IPA menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut; Nash dalam Hendro Darmodjo dan Jenny R. E Kaligis 1992 Ilmu Pengathuan Alam ialah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Cara atau metode tersebut harus bersifat analitis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara fenomena dengan fenomena yan lian. Metode tersebut bisa membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya itu. Metode tersebut yaitu metode berpikir ilmiah. W Flower dalam Trianto 2010 Ilmu Pengetahuan Alam ialah pengetahuan yang sistematos dan dirumuskan yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi. Wahyana dalam Trianto 2010 Ilmu Pengetahuan Alam adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, dan dalam penggunannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Ciri Ilmu Pengetahuan Alam IPA memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu sebagai berikut; Konkret IPA mempunyai objek kajian berupa benda-benda atau gejala-gejala alam yang nyata dan bisa ditangkap oleh indera, misalnya tumbuhan, benda langit dan hujan. Logis IPA dikembangkan berdasarkan cara berpikir logis. Cara berpikir logis yaitu cara berpikir dengan menggunakan logika dan ajek. Objektif Hasil dari kajian IPA haruslah bersifat objektif, artinya terhindar dari maksud atau tujuan tertentu dari pelaku subjektif, baik itu berupa kepentingan seseorang maupun golongan. Empiris IPA dan sains dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, yaitu suatu pengalaman konkret yang dapat dirasakan oleh semua orang dan dapat dibuktikan secarailmiah. Sistematis IPA baik yang merupakan kajian hasil penelitian atau kajian ilmiah, didasarkan pada langkah-langkah yang sistematis dan berurutan. Teori-teorinya berlaku umum Banyak teori sains yang lahir dari ilmuan yang mengkaji tentang gejala-gejala alam. Teori-teori tersebut berlaku umum dan bisa diketahui oleh orang lain tanpa batas. Tujuan IPA Tujuan ilmu pengetahuan alam ada dua, antara lain adalah sebagai berikut; Untuk menemukan esensi dari fenomena alam dan hukum-hukumnya dan, atas dasar ini, untuk meramalkan atau untuk menciptakan fenomena baru Untuk mengungkapkan potensi untuk memanfaatkan dalam praktiknya hukum, kekuatan, dan substansi alam yang diketahui. Cabang Ilmu Pengetahuan Alam Secara garis besar, cabang IPA dibagi menjadi dua, yaitu Ilmu Fisik dan Ilmu Kehidupan. Ilmu fisik Ilmu fisik atau physical science adalah cabang ilmu alam yang mempelajari sistem tidak hidup, berbeda dengan ilmu biologi. Yang termasuk dalam ilmu fisik, diantaranya yaitu Fisika Fisika adalah cabang IPA yang terkait dengan studi tentang sifat dan interaksi waktu, ruang, energi, dan materi. Fisika mewujudkan studi tentang konstituen fundamental alam semesta, kekuatan dan interaksi yang mereka lakukan satu sama lain, dan hasil yang dihasilkan oleh interaksi ini. Secara umum, fisika dianggap sebagai ilmu dasar, karena semua ilmu alam lainnya menggunakan dan mematuhi prinsip-prinsip dan hukum yang ditetapkan oleh fisika. Fisika sangat bergantung pada matematika sebagai kerangka logis untuk perumusan dan kuantifikasi prinsip. Bidang fisika sangat luas, dan dapat mencakup beragam penelitian seperti mekanika kuantum dan fisika teoretis, fisika terapan, dan optik. Fisika modern menjadi semakin terspesialisasi, di mana para peneliti cenderung berfokus pada bidang tertentu daripada menjadi “universalis” seperti Isaac Newton, Albert Einstein dan Lev Landau, yang bekerja di berbagai bidang. Kimia Kimia adalah cabang IPA yang berkaitan dengan komposisi zat, serta sifat dan reaksinya. Ini melibatkan studi tentang materi dan interaksinya dengan energi dan dirinya sendiri. Dalam lingkup subjeknya, kimia menempati posisi menengah antara fisika dan biologi. Kadang-kadang disebut sains pusat karena memberikan landasan untuk memahami disiplin ilmu dasar dan terapan di tingkat fundamental. Kimia membahas topik-topik seperti bagaimana atom dan molekul berinteraksi melalui ikatan kimia untuk membentuk senyawa kimia baru. Astronomi Astronomi adalah cabang IPA yang berkaitan dengan studi ilmiah tentang benda langit termasuk bintang, komet, planet, dan galaksi, dan fenomena yang berasal dari luar atmosfer Bumi, seperti radiasi latar belakang kosmik. Ini berkaitan dengan evolusi, fisika, kimia, meteorologi, dan gerak benda langit, serta pembentukan dan pengembangan alam semesta. Sebagian besar informasi yang digunakan oleh para astronom dikumpulkan dengan pengamatan jarak jauh, meskipun beberapa reproduksi laboratorium fenomena langit telah dilakukan seperti kimia molekuler dari media antarbintang. Sementara asal-usul studi tentang fitur dan fenomena selestial dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno, metodologi ilmiah bidang ini mulai berkembang di pertengahan abad ke-17. Faktor kunci adalah pengenalan teleskop Galileo untuk memeriksa langit malam secara lebih rinci. Ilmu Bumi Ilmu bumi adalah cabang IPA yang mencakup studi tentang sistem Bumi di ruang angkasa, yang mencakup sistem cuaca dan iklim, serta studi tentang benda mati seperti lautan, batu, dan planet. Ini berkaitan dengan aspek fisik Bumi, seperti pembentukan, struktur, dan fenomena terkait. Ini mencakup berbagai cabang seperti geologi, geografi fisik, meteorologi, oseanografi, dan astronomi. Ilmu Kehidupan Yang termasuk dalam ilmu tetang kehidupan atau life science, yaitu Biologi Biologi adalah cabang IPA yang mengkaji tentang makhluk hidup, termasuk studi tentang struktur, asal, pertumbuhan, evolusi, fungsi, dan distribusinya. Berbagai cabang biologi adalah zoologi, botani, genetika, ekologi, biologi kelautan, dan biokimia. Biologi juga bisa diartikan sebagai seperangkat disiplin ilmu yang meneliti fenomena yang berkaitan dengan organisme hidup. Skala studi dapat berkisar dari sub-komponen biofisika hingga arti ekologi kompleks. Biologi berkaitan dengan karakteristik, klasifikasi dan perilaku organisme, serta bagaimana spesies terbentuk dan interaksinya satu sama lain dan lingkungan. Contoh Ilmu Pengetahuan Alam Berikut ini beberapa contoh topik kajian dalam Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA, diantaranya yaitu Perubahan kisi kristal logam di bawah pengaruh suhu tinggi. Pergerakan tektonik – bagaimana permukaan Bumi berubah. Dampak kimia pada sejarah umat manusia bergerak secara kronologis, dari menggunakan panah beracun dan pembuatan kulit ke penemuan elemen dan mesin pembakaran internal. Apakah foton lebih seperti gelombang atau lebih seperti partikel? Mungkinkah lautan masih menyembunyikan spesies organisme tak dikenal yang berukuran besar? Misalnya cumi-cumi raksasa, coelacanth, dan lain-lain. Deplesi Lapisan Ozon – kenyataan atau pemalsuan? Filsafat alam sebagai pendahulu ilmu alam – korelasi dan perbedaan. Masa depan studi interdisipliner seperti geofisika, biologi kelautan, biokimia, dan lain-lain. Cabang-cabang baru ilmu muncul karena kemajuan yang sudah ada astronomi ekstragalaktik, biologi evolusi, bioteknologi, dan lain-lain. Produk yang dimodifikasi secara genetik – pro dan kontra. Apakah evolusi membantah teori kreasionis? Biologi konservasi parasit – kegilaan atau kebijaksanaan? Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan serta selesaikan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian IPA menurut para ahli, ciri, tujuan, cabang ilmu, dan contoh kajian-kajianya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian.
Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli & Secara Umum Lengkap – Ilmu merupakan suatu pengetahuan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia ilmu merupakan suatu pengetahuan yang disusun secara bersistem dengan metode tertentu guna dapat menjelaskan mengenai gejala tertentu di bidang pengetahuan tersebut. Setiap manusia pada dasarnya sudah dibekali ilmu oleh Allah SWT. Ilmu yang dapat di kembangkan pada berbagai macam bidang, baik ilmu agama, maupun ilmu yang bersifat umum. Namun kali ini kita akan membahas mengenai apa sih ilmu itu. Banyak tokoh yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian ilmu. Secara etimologi sendiri, Ilmu berasal dari bahasa arab yakni “ilm”, sedangkan dalam bahasa inggris “science” dan bahasa latin “scientia” yang mengandung arti tahu atau mengetahui. Untuk lebih jelasnya kita akan memaparkan pengertian Ilmu menurut para ahlinya. Pada dasarnya pengertian dari ilmu itu sangat luas, yakni basis suatu pengetahuan sistematis praktik preskriptif dimana mampu menghasilkan suatu prediksi. Atau dengan kata lain sebagai suatu teknik atau praktik yang sangat terampil. Dalam bahasa arab sendiri “ilmu” berasal dari kata “Alima” yang berarti pengetahuan juga. Ilmu Secara Umum Sehingga pengertian ilmu secara umum adalah ♦ Ilmu pengetahuan adalah suatu cabang pengetahuan yang berkaitan dengan kumpulan realita atau fakta yang tersusun secara sistematis dan menunjukkan operasi hukum umum. Contohnya ilmu matematika. ♦ Ilmu adalah suatu pengetahuan yang terdiri dari kebenaran umum dari operasi hukum umum, terutama yang diperoleh dan di uji melalui metode ilmiah dan yang berhubungan dengan dunia fisik. ♦ Ilmu adalah suatu pengamatan identifikasi, deskripsi, investigasi eksperimental, serta penjelasan teoritis dari fenomena alam. Cabang Ilmu Ilmu terbagi menjadi beberapa cabang berdasarkan subjek studinya, diantaranya adalah sebagai berikut 1. Ilmu alam, yakni suatu cabang ilmu yang berkaitan dengan deskripsi, prediksi, dan pemahaman fenomena alam alam yang berarti luas berdasarkan hukum alam dan dunia fisik. Contohnya ilmu biologi, kimia, dan fisika. 2. Ilmu sosial, adalah ilmu yang di kontribusikan untuk studi tentang masyarakat dan hubungan antar individu dalam masyarakat. Cabang ilmu ini mempelajari perilaku sosial, berinteraksi, budaya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan sosial. Contohnya ilmu sosiologi, ilmu ekonomi, antropologi dan lainnya. 3. Ilmu Formal, yakni suatu cabang ilmu yang mempelajari konsep abstrak yang berhubungan dengan sistem formal. Contohnya ilmu matematika, ilmu logika, ilmu komputer, dan lainnya. Ada banyak sekali para ahli yang ikut serta dalam mendefinisikan ilmu, diantaranya adalah sebagai berikut KBBI Ilmu merupakan pengetahuan tentang segala suatu bidang yang disusun secara sistematis menggunakan metode yang ilmiah yang dapat digunakan untuk memaparkan dan menjelaskan kondisi tertentu dalam suatu pengetahuan. Nazir 1988 Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis yang didapat dari kesimpulan dalil-dalil tertentu menurut kaidah umum. Schulz 1962 Ilmu dapat mencakup logika, dengan adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dan realitas sosial. John G. Kemeny Ilmu adalah semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan menggunakan metode ilmiah. Minto Rahayu Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang berlaku untuk umum. Popper Ilmu adalah ketetapan dalam keseluruhan dan hanya dapat direorganisasi. Taufiq Ilmu merupakan penelusuran data dan informasi melalui pengamatan, pengkajian, dan ekspreimen untuk dapat menetapkan hakikat dan landasan dasar. Dr Maurice Bucaille Ilmu adalah sebuah kunci untuk mengungkap segala sesuatu NS. Asmadi Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang penuh, dan mengetahuinya dengan proses penyelidikan yang sistematis dan sesuai dengan metode ilmiah. Poespoprodjo Ilmu yaitu proses perbaikan diri secara berkesinambungan. Meliputi perkembangan teori dan uji empiris. DR. H. M. Gade Ilmu merupakan flsafah yakni pengetahuan yang paling dasar dengan batas-batas kemungkinan pemikiran manusia. Thomas Kuhn Ilmu merupakan suatu himpunan aktivitas yang dapat menghasilkan penemuan baik dalam bentuk pengembangan maupun penolakannya. Shapere Konsep ilmu ada 3 hal yaitu adanya rasionalitas, dapat disistematisai, dan digeneralisasi. Francis Bacon Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang nyata dan valid dan yang dapat dijadikan objek pengetahuan harus sesuai dengan fakta. Charles Singer Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan. Wikipedia Ilmu merupakan seluruh usaha sadar, untuk menemukan, menyelidiki, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam pikiran dan alam manusia. Mohammad Hatta Ilmu adalah pengetahuan yang mengatur mengenai pekerjaan hukum secara kasual dalam suatu kelompok masalah yang sama tabiatnya dari segi kedudukannya baik yang terlihat dari dalam ataupun dari luar. Afanasyef Ilmu adalah pengetahuan manusia tentang alam, pikiran, dan masyarakat. Beliau mengemukakan ilmu dengan mencerminkan alam dan konsep, berbagai kategori dan hukum-hukum, yang mana didalam ketetapan dan kebenarannya diujikan dengan pengalaman praktis. Ralp, Ross, dan ErnestVan Den Haag Ilmu adalah sesuatu yang rasional dapat diterima akal, empiris berdasarkan pengalaman, umum dan sistemaiktersusun, yang kesemua itu dapat terjadi secara bersamaan. The Liang Gie Ilmu merupakan serangkaian aktivitas manusia yang bersifat rasional dan kognitif sesuatu yang didapatkan dengan menggunakan metode yang berprosedur dan sesuai dengan langkah-langkah sehingga menghasilkan sebuah pengetahuan yang sistematis untuk mendapatkan kebenaran dan penjelasan yang benar. Harsojo Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang diakumulasikan dan disistematiskan. Adapun menurut Islam sendiri, ilmu adalah suatu sistem untuk memproleh pengetahuan yang berdasarkan pengalaman, percobaan, serta naturalisme metodologis, dan merupakan tubuh pengetahuan manusia yang terstruktur yang didapat dari suatu penelitian. Banyak Muslim setuju bahwa mencari dan mempelajari ilmu adalah suatu tindakan kebajikan keagamaan, bahkan hal tersebut merupakan tugas kita semua sebagai umat Muslim. Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli & Secara Umum Lengkap. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih 🙂
Antropologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia. Tujuannya untuk menggambarkan manusia dengan cara mempelajari sejarah, ilmu sosial, ilmu hayati dan humaniora. Memahami tentang antropologi tidak cukup jika hanya mengetahui definisinya saja. Yuk, kita bahas lebih jauh tentang pengertian antropologi, perkembangan, teori dan seluk beluk yang ada di dalamnya. Pengertian Antropologia. Secara Umumb. Menurut Para Ahli1. William A. Haviland2. David E. Hunter Hubel3. Koentjaraningrat4. Rifhi Siddiq5. Roger Keesing6. Ariyono Suyono7. Prof. Dr. Harsojo, SU, Zerhun Dodda Doffana9. Mario Blaser10. Melville J. HerskovitsSejaraha. Fase Pertama Sebelum tahun 1800-anb. Fase Kedua tahun 1800-anc. Fase Ketiga awal abad ke-20d. Fase Keempat setelah tahun 1930-ane. Di IndonesiaTujuan dan Fungsia. Fungsib. TujuanTeori-Teori Antropologia. Teori Evolusionisme Deterministikb. Teori Partikularismec. Teori FungsionalismeJenis-jenis Antropologia. Antropologi Biologi/Fisikb. Antropologi Sosial Budayac. Antropologi Psikologisd. Antropologi SpesialisasiPendekatan Antropologia. Pendekatan Holisticb. Pendekatan Komparatifc. Pendekatan HistoricKajian Antropologia. Antropologi Ragawib. Antropologi Sosial Budayac. Antropologi Etnografi, Etnologi dan Linguistikd. Antropologi PrahistoriKonsep AntropologiA. KebudayaanB. EnkulturasiC. AkulturasiD. EtnosentrismeE. TradisiF. Ras dan EtnikG. Relativitas BudayaMetode Antropologi1. Kelangkaan Metode yang Baku2. Observasi Partisipan3. Indepth Interview4. Memperkecil Kesalahan5. Kecenderungan Menggunakan Metode TradisionalManfaat Mempelajari Antropologi a. Secara Umum Pengertian antropologi secara umum diartikan sebagai suatu cabang ilmu sosial yang membahas tentang budaya masyarakat. Kata antropologi secara terminologi berasal dari bahasa Yunani yakni “anthropos* yang artinya manusia dan “logos” yang artinya ilmu. Sehingga secara harfiah antropologi didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia mencakup keanekaragaman fisik serta kebudayaannya. Melalui antropologi diharapkan dapat mempelajari perilaku manusia dalam bermasyarakat dengan memadukan integrasi antara tujuan biologi dan sosial budaya di kehidupan. b. Menurut Para Ahli Ada beberapa ahli yang juga menyampaikan tentang pengertian antropologi menurut pandangan masing-masing, diantaranya sebagai berikut 1. William A. Haviland William A. Haviland mendefinisikan antropologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang umat manusia untuk mengetahui perilakunya dan memperoleh pemahaman tentang keragaman hidup secara lengkap dalam kehidupan bermasyarakat. Haviland juga menyampaikan bahwa antropologi dibagi menjadi dua cabang besar yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya. 2. David E. Hunter Hubel David Hunter Hubelmemiliki pendapat yang lebih singkat tentang pengertian antropologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia secara tidak terbatas. 3. Koentjaraningrat Koentjaraningrat adalah tokoh ahli Antropologi Indonesia yang mendefinisikan antropologi sebagai studi untuk mempelajari berbagai warna dan bentuk fisik. Menurut Koentjaraningrat , ada 5 pokok permasalahan yang dibahas dalam studi antropologi diantaranya Masalah sejarah untuk mempelajari perkembangan manusia sebagai makhluk biologis Masalah sejarah untuk mempelajari manusia yang dipandang dari segi bentuk dan ciri-ciri fisik Masalah persebaran untuk mempelajari beragam bahasa yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh dunia Masalah perkembangan untuk mempelajari warna kebudayaan umat manusia di seluruh dunia Masalah dasar-dasar dan warna kebudayaan di masyarakat serta suku-suku di seluruh dunia 4. Rifhi Siddiq Rifhi Siddiq mendefinisikan antropologi sebagai ilmu yang mempelajari serta mendalami kehidupan manusia dari berbagai aspek. Di dalamnya meliputi studi Tentang ilmu pengetahuan, norma, kebudayaan, konsepsi, teknologi, tradisi, seni, linguistik, serta kelembagaan. 5. Roger Keesing Tidak jauh berbeda dari pendapat Roger Keesing yang menyatakan antropologi sebagai suatu kajian tentang manusia. Menurutnya, pengertian antropologi mengacu pada suatu usaha untuk memahami hakikat manusia, bukan hanya sekedar menafsirkannya saja. 6. Ariyono Suyono Seorang ahli antropologi bernama Ariyono Suyonomenyampaikan pengertian antropologi sebagai suatu ilmu untuk mencapai pemahaman tentang makhluk hidup dengan mempelajari ragam warna, bentuk fisik, kepribadian, kebudayaan dan masyarakat. 7. Prof. Dr. Harsojo, SU, Prof. Dr. Harsojo, SU, mengartikan antropologi sebagai pengetahuan untuk mempelajari manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 8. Zerhun Dodda Doffana tidak jauh berbeda dari pengertian-pengertian sebelumnya, antropologi menurut Zerhun Dodda Doffanaadalah studi untuk mendalami aspek mengenai manusia. 9. Mario Blaser Seorang ahli ini juga menyampaikan antropologi sebagai usaha untuk mempelajari dan meneliti kehidupan manusia dari segi kebudayaannya. Mario Blaser juga menekankan bahwa manusia bukan makhluk yang berasal dari monyet, sehingga ia menentang teori Darwin. 10. Melville J. Herskovits Herskovits mengemukakan antropologi sebagai usaha untuk mempelajari manusia dan seluk-beluk kehidupannya. Sejarah Setelah membahas tentang pengertian antropologi, mari kita singgung terlebih dahulu secara singkat tentang sejarah antropologi yang perkembangannya dibagi menjadi 4 fase menurut Koentjaraningrat berikut ini a. Fase Pertama Sebelum tahun 1800-an Fase pertama dimulai sekitar abad ke-15 sampai ke 16 Ketika bangsa Eropa banyak yang menjelajahi dunia. Dalam penjelajahan tersebut mereka menemukan hal-hal baru seperti suku-suku asing dan mulai mencatatnya sebagai jurnal perjalanan. Mereka mencatat ciri-ciri fisik, susunan masyarakat, kebudayaan, serta bahasa dari setiap suku yang mereka temui. Dari fase inilah orang-orang tersebut mulai mengenal tentang bahan etnografi atau suatu deskripsi tentang bangsa-bangsa. Sejak saat itu, mulai banyak pelajar-pelajar di Eropa yang tertarik untuk mempelajari tentang bahan etnografi yang sangat identik dengan antropologi b. Fase Kedua tahun 1800-an Fase ke-2, bahan-bahan etnografi mulai disusun sebagai suatu karangan yang berlandaskan cara berpikir evolusi masyarakat. Disini antropologi bertujuan secara akademis untuk studi kontemporer mengenai ras manusia. Meskipun pada saat itu para pengumpul bahan etnografi masih menganggap bangsa Eropa lebih unggul daripada suku atau ras bangsa lain. Dalam fase ini, juga sudah mempelajari tentang sejarah pemukiman manusia, klasifikasi bahasa, serta membandingkan antara masyarakat primitif dan kuno. Tujuannya agar dapat mengetahui tentang penyebaran kebudayaan manusia. c. Fase Ketiga awal abad ke-20 Memasuki fase ketiga, bangsa Eropa mulai membangun koloni di benua lain seperti Afrika, Australia, Amerika dan Asia. Awalnya mereka mendapatkan perlawanan dari suku bangsa setempat, tapi dengan bahan-bahan etnografi mereka berhasil mempelajari kelemahan dan kebiasaan suku asli untuk kepentingan pemerintahan kolonial. d. Fase Keempat setelah tahun 1930-an Fase ke-4, perkembangan antropologi dinilai semakin pesat. Pada fase ini ada banyak perubahan tentang tujuan mempelajari antropologi pasca terjadinya perang dunia ke-2. Ilmu antropologi tidak hanya memperhatikan proses-proses perubahan penduduk pedesaan di luar Eropa, tapi juga suku-suku yang ada di daerah pedalaman seperti suku bangsa Flam, Soami dan Lapp e. Di Indonesia Ilmu atau studi tentang antropologi pertama kali dipelajari di Indonesia oleh para cendekiawan Belanda sebelum Perang Dunia 2. Namun pasca kemerdekaan, para antropolog Belanda mulai digantikan oleh antropolog dari Amerika Serikat. Cendekiawan dari Amerika Serikat mempunyai ketertarikan tinggi pada Asia Tenggara pasca terjadinya perang dunia. Kemudian pada tahun 1950, di Universitas Indonesia pertama kali memperkenalkan antropologi sebagai mata kuliah tambahan untuk fakultas sastra dan fakultas hukum. Meskipun pada awal-awal penggunaan mata kuliah antropologi Ini menimbulkan pro dan kontra karena ada yang menyukai ilmu tersebut tapi banyak juga yang tidak menyukainya. Antropologi di negara berkembang masih dianggap tabu pada saat itu. Memasuki tahun 1983 hingga 1984, program studi antropologi di Universitas Indonesia mulai dipindahkan ke fakultas Ilmu Sosial/ Politik. Sementara di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Cenderawasih, program studi antropologi sudah didirikan sejak tahun 1962. Tujuan dan Fungsi a. Fungsi Mempelajari antropologi berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan seputar ilmu sosial, humaniora, biologi dan fisik. Fungsi lainnya, untuk mengembangkan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan manusia secara biologis maupun sosiokultural. b. Tujuan Sementara tujuan studi antropologi secara umum untuk mempelajari kehidupan manusia guna membangun masyarakat itu sendiri. Melalui studi ini diharapkan kita dapat mempelajari tentang problema yang ada di masyarakat dan mengambil suatu inisiatif untuk pemecahan masalahnya. Teori-Teori Antropologi Perkembangan antropologi tidak terlepas dari teori-teori yang bermunculan, diantaranya sebagai berikut a. Teori Evolusionisme Deterministik Teori yang dikembangkan oleh Lewis Henry Morgan dan Edward Burnet Tylor ini menjadi teori antropologi tertua. Menurut teori ini kebudayaan terjadi karena telah mengalami fase fase atau evolusi yang mengendalikan perkembangan semua kebudayaan manusia. Melalui karyanya yang berjudul Ancient Society, Lewis Henry Morgan menggambarkan proses evolusi dan kebudayaan dengan 8 tahapan universal. b. Teori Partikularisme Teori evolusionisme berakhir dan digantikan teori partikularisme yang dipelopori oleh Franz Boas 1858-1942. Boas tidak menyetujui pemikiran tentang hukum universal yang menguasai kebudayaan. Karena menurutnya kebudayaan seharusnya dipahami dari sisi masyarakat dimana unsur tersebut berada meskipun hanya ada satu unsur saja. Berdasarkan teori ini mempunyai pandangan bahwa perkembangan setiap kebudayaan memiliki karakteristik yang sendiri dan tidak bisa digeneralisasikan seperti teori evolusionisme sebelumnya. c. Teori Fungsionalisme Teori yang dikembangkan oleh Bronislaw Malinowski 1884-1942 berpendapat bahwa setiap unsur kebudayaan berguna bagi masyarakat di mana unsur tersebut berada. Teori fungsionalisme juga menekankan bahwa perilaku dan kepercayaan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sehingga mempunyai peran mendasar dalam kebudayaan yang bersangkutan. Jenis-jenis Antropologi Dalam disiplin ilmu antropologi secara umum mempelajari macam macam berikut ini a. Antropologi Biologi/Fisik Antropologi biologi juga disebut antropologi fisik, sebagai cabang ilmu yang mempelajari manusia dan bukan manusia dalam ruang lingkup biologis, demografi dan evolusi. Fokus dalam cabang ilmu ini adalah untuk mempelajari faktor biologis dan sosial yang dapat mempengaruhi evolusi manusia dan primata. Di dalamnya dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu, contoh diantaranya berikut ini Paleoantropologi studi yang mempelajari tentang asal-usul manusia melalui bukti-bukti fosil Somatologi studi yang mempelajari keragaman manusia dengan cara mengamati ciri-ciri fisiknya Bioarkeologi studi yang mempelajari tentang manusia melalui analisa sisa-sisa makhluk hidup dalam hal ini adalah manusia yang ditemukan dalam situs situs arkeologi Ekologi Manusia studi yang mempelajari perilaku adaptasi manusia terhadap lingkungannya melalui perspektif evolusi dan ekologis. Di dalamnya mencakup pemahaman tentang perkembangan fisiologi, fisik dan genetik pada tekanan lingkungan serta variasinya. Paleopatologi ilmu yang mempelajari tentang penyakit pada masa kuno dengan melakukan pengamatan kondisi patogen pada sisa-sisa jaringan atau tulang. Selain itu juga mengamati gangguan gizi, variasi morfologi pada tulang serta bukti-bukti stres fisik makhluk hidup masa zaman purba. Antropometri studi yang mengukur, mempelajari dan menganalisis variasi fisik manusia Osteologi/osteometri ilmu yang mempelajari tentang tulang beserta struktur dan elemen-elemennya. Tujuannya untuk mengidentifikasi dan menganalisis sisa-sisa tulang agar dapat menentukan jenis kelamin, umur, perkembangan serta pertumbuhan manusia. Primatologi ilmu yang mempelajari tentang primata termasuk perilaku, morfologi dan genetiknya. Antropologi Forensik suatu ilmu terapan antropologi yang digunakan dalam ruang lingkup hukum atau legal. Umumnya digunakan untuk menganalisis kondisi korban yang tubuhnya sudah tidak utuh akibat rusak, terbakar, terpotong-potong atau lainnya. Antropologi Molekuler bidang ilmu antropologi yang mempelajari tentang evolusi, migrasi serta persebaran manusia di muka bumi melalui pendekatan molekuler. b. Antropologi Sosial Budaya Antropologi sosial adalah cabang ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok. Sedangkan antropologi budaya merupakan ilmu yang mengamati bagaimana orang-orang memahami dunia di sekitar mereka dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Dalam praktiknya dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu berikut Prehistori mempelajari asal usul perkembangan kebudayaan manusia dimuka bumi sebelum mereka mengenal tulisan. Etnolinguistik antropologi mempelajari tentang karakteristik tata bahasa dari suku suku bangsa yang ada di muka bumi. Etnologi studi yang mempelajari tentang kebudayaan manusia dalam kehidupan Etnopsikologi studi yang mempelajari kepribadian serta peranan seseorang kepada bangsa dalam proses perubahan nilai universal dan adat istiadat yang berpegang pada konsep psikologi. c. Antropologi Psikologis Antropologi psikologi sudah dikenal sejak abad ke-18 yang bertujuan untuk membuktikan pemikiran tentang kehendak bebas, konseptual pikiran, dan jiwa spiritual. Ini sebenarnya merupakan suatu ilmu filsafat yang perkembangannya dipelopori oleh Christian von Wolff. Di dalamnya meliputi studi untuk memahami tentang teori-teori metafisika atas jiwa dan pikiran yang dapat menjelaskan terkait psikologi empiris untuk diamati atau observasi saja. Selain itu, dalam studi antropologi psikologi ini sering menggunakan istilah kepribadian atau yang disebut dengan culture and personality. Melalui antropologi psikologi ini diharapkan dapat memahami fenomena perkembangan karakter yang terjadi dalam suatu masyarakat. d. Antropologi Spesialisasi Ada juga jenis antropologi spesialisasi yang dibagi lagi menjadi beberapa keilmuan berikut ini Antropologi Kesehatan membahas tentang unsur-unsur budaya yang berpengaruh terhadap penyakit dan kesehatan masyarakat Antropologi Ekonomi mempelajari ekonomi dalam kehidupan manusia dengan melihat gaya hidup serta sistem pencarian makanannya secara substantif. Antropologi Perkotaan menggunakan pendekatan antropologi untuk mempelajari tentang masalah di perkotaan Antropologi Kependudukan ilmu yang mempelajari upaya penanganan masalah-masalah kependudukan dengan melakukan pengamatan terhadap latar belakang serta kondisi sosial budaya masyarakat. Antropologi Pendidikan cabang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan psikomotorik, afektif dan kognitif dalam menganalisis topik-topik di sekitar antropologi Antropologi Hukum studi antropologi yang berkaitan dengan norma sosial di mana jika ada pelanggaran yang bertentangan dengan norma sosial maka individu atau kelompok akan diberikan sanksi. Antropologi Sosial mempelajari dan menganalisis kebudayaan masyarakat dalam suatu etnis meliputi keragaman fisik seperti tradisi, perilaku, nilai-nilai budaya dan lainnya. Antropologi Forensik menggabungkan ilmu antropologi fisik dengan ondotologi dan osteologi. Penerapannya digunakan untuk mengidentifikasi jenazah. Antropologi Pembangunan tujuannya untuk membangun masyarakat dan peradaban manusia Antropologi Terapan bertujuan untuk menemukan solusi atas masalah masalah praktis kehidupan manusia, seperti permasalahan pengangguran, bencana alam, kemiskinan, dan sebagainya. Pendekatan Antropologi Dalam antropologi juga membutuhkan pendekatan pendekatan yang bertujuan untuk mengetahui peristiwa yang dialami oleh manusia agar dapat mengkaji suatu hal secara lebih intensif. Berikut diantaranya a. Pendekatan Holistic Kebudayaan dianggap sebagai suatu unsur holistik yang didalamnya terdapat unsur-unsur yang bisa dipahami dalam keadaan terpisah. b. Pendekatan Komparatif Pendekatan yang unik dalam mempelajari antropologi ini bertujuan untuk memahami kebudayaan masyarakat sebelum mengenal baca tulis. Karena menurut para ahli lebih mudah mempelajari masyarakat kecil yang dinilai lebih homogen daripada masyarakat modern. c. Pendekatan Historic Dalam pendekatan antropologi ini berfokus tentang asal-usul unsur kebudayaan karena bersifat khusus dan unik. Kajian Antropologi Stanley Wahburn menyampaikan bahwa dalam studi antropologi terdiri dari beberapa kajian, diantaranya a. Antropologi Ragawi Antropologi ragawi adalah kajian yang mempelajari tentang evolusi manusia dan keterkaitannya dengan binatang lain. Di dalam kajian ini lebih condong ke arah biologi dibandingkan ilmu sosial. b. Antropologi Sosial Budaya Kajian antropologi sosial budaya secara keseluruhan mempelajari tentang akulturasi, perubahan budaya serta difusi kebudayaan yang ada di kehidupan masyarakat. c. Antropologi Etnografi, Etnologi dan Linguistik Etnografi mendeskripsikan kebudayaan-kebudayaan yang masih ada dan digunakan hingga sekarang. Etnologi bertujuan untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya, sedangkan linguistik berfokus untuk mendeskripsikan bahasa-bahasa yang digunakan di berbagai kebudayaan. d. Antropologi Prahistori Bertujuan untuk merekonstruksi asal-usul manusia dengan mencari dan mengumpulkan informasi atau fakta serta unsur kebudayaan lain yang dimilikinya. Konsep Antropologi A. Kebudayaan Dalam ilmu antropologi, kebudayaan merupakan suatu konsep dasar yang paling esensial. Kebudayaan memiliki karakteristik yang unik seperti tidak dipengaruhi oleh transmisi biologis, bersifat dinamis, bersifat relatif dan mempunyai nilai kepemilikan bersama dalam masyarakat tersebut. B. Enkulturasi Konsep antropologi yang mempelajari tentang proses individu ketika memiliki keinginan untuk berperan dalam kebudayaan masyarakatnya sendiri. Enkulturasi umumnya berlangsung sejak individu tersebut masih kecil yang dimulai dari lingkungan keluarganya hingga ke lingkungan masyarakat. C. Akulturasi Akulturasi adalah suatu proses pertukaran unsur kebudayaan karena kedua kebudayaan tersebut saling berinteraksi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Akulturasi juga bisa dikatakan sebagai suatu budaya baru tanpa menghilangkan unsur asli dari budaya-budaya terkaitnya. D. Etnosentrisme Etnosentrisme merupakan suatu sikap dari masyarakat yang cenderung menganggap budayanya tumbuh daripada budaya lainnya. Konsep ini bersifat negatif karena masyarakatnya yang memandang rendah kebudayaan dari masyarakat lain. E. Tradisi Kepercayaan dan tingkah laku yang ada di kehidupan masyarakat dalam jangka waktu yang sangat lama disebut tradisi. Tradisi turut menjadi salah satu konsep penting dalam ilmu antropologi. F. Ras dan Etnik Ras digunakan untuk menggambarkan suatu kelompok masyarakat yang mempunyai kesamaan dalam unsur biologis. Sedangkan etnik adalah sekelompok manusia yang merasa mempunyai kesamaan nilai-nilai sosial, identitas, pola perilaku dan unsur budaya. G. Relativitas Budaya Konsep yang digunakan untuk menyebut suatu keadaan di mana suatu perilaku dikatakan normal di dalam suatu budaya, tapi dalam budaya lain justru dianggap tidak normal. Metode Antropologi Penelitian antropologi menggunakan beberapa metode untuk mengembangkan aturan, teori serta generalisasi. Diantara metode-metode berikut bisa digunakan secara bersamaan, atau bisa juga salah satu metode lebih dominan daripada lainnya. Berikut metode metode antropologi yang harus Kamu ketahui 1. Kelangkaan Metode yang Baku Antropologi bisa dianggap sebagai suatu ilmu yang masih baru sehingga perlu mempunyai metode penelitian yang jelas dan sistematis. 2. Observasi Partisipan Observasi adalah metode penelitian antropologi yang dilakukan dengan cara hidup bersama di suatu kebudayaan yang telah diteliti. Mereka atau ahli antropologi tersebut tidak hanya mempelajari budayanya saja, tapi juga meliputi bahasa serta aktif dalam kegiatan di masyarakatnya. 3. Indepth Interview Metode penelitian ini biasanya dikombinasikan dengan metode observasi, yaitu melakukan wawancara terhadap narasumber yang dikenal dan dianggap mempunyai informasi secara rinci mengenai berbagai aspek budaya yang sedang diteliti. 4. Memperkecil Kesalahan Metode ini dilakukan dengan cara mengulang observasi atau wawancara untuk melakukan pengecekan ulang dengan narasumber lainnya yang bertujuan agar dapat memperkecil kesalahan. 5. Kecenderungan Menggunakan Metode Tradisional Penggunaan metode tradisional ini sebagai pengganti kuisioner atau angket tertulis, meskipun sekarang sudah banyak yang mempelajari kelompok masyarakat modern. Manfaat Mempelajari Antropologi Setelah membahas secara lengkap tentang pengertian antropologi, sejarah, konsep, hingga metodologi penelitiannya, lalu yang menjadi pertanyaan apa saja manfaat mempelajari antropologi? Adapun beberapa manfaat yang bisa didapatkan melalui studi antropologi diantaranya Mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat untuk mengembangkan kebudayaan Meningkatkan toleransi dan kesadaran bahwa setiap budaya mempunyai karakteristik yang berbeda Meningkatkan dan memperluas wawasan mengenai karakteristik setiap suku bangsa di bumi Untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di masyarakat dan bisa mencarikan solusi untuk menyelesaikannya Akhir Kata Nah itulah yang bisa Kami sampaikan tentang pengertian antropologi dan seluk beluk yang ada di dalamnya. Melalui penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa studi antropologi tidak bisa dipisahkan dari keilmuan sosial, budaya dan psikologi. Karena bidang-bidang tersebut mempunyai objek penelitian yang sama yakni manusia. Semoga bermanfaat.
1. Pengertian dan ruang lingkup filsafat ilmu Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat Ilmu, yang disusun oleh Ismaun 2001 Menurut Robert Ackerman, filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual. Menurut Lewis White Beck, filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan. Menurut A. Cornelius Benjamin, filsafat ilmu adalah cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual. Michael V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu merupakan penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah. Peter Caws mengemukakan bahwa filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan. Berdasarkan pendapat di atas diperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi filsafat pengetahuan yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, dengan ruang lingkup seperti Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free FILSAFAT ILMU1. Pengertian dan ruang lingkup filsafat ilmuUntuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertianfilsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat Ilmu, yang disusunoleh Ismaun 2001Menurut Robert Ackerman, filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritistentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmujelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara Lewis White Beck, filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiahsebagai suatu A. Cornelius Benjamin, filsafat ilmu adalah cabang pengetahuan filsafatiyang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya,konsep-konsepnya dan praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umumcabang-cabang pengetahuan V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu merupakan penelaahan tentanglogika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan danteori, yakni tentang metode Caws mengemukakan bahwa filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yangmencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruhpengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal di satu pihak, inimembangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannyasebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafatmemeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagikeyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan padapenghapusan ketakajegan dan pendapat di atas diperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakantelaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yangditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lainfilsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi filsafat pengetahuan yang secaraspesifik mengakaji hakikat ilmu, dengan ruang lingkup seperti Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut?Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yangmembuahkan pengetahuan ? Landasan ontologisBagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupailmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agarmendakan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebutkebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara, teknik, sarana apa yang membantu kitadalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? Landasan epistemologisUntuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitanantara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimanapenentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimanakaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiahdengan norma-norma moral/profesional? Landasan aksiologis.2. Pengertian dan ruang lingkup filsafat ilmu psikologiFilsafat ilmu psikologi merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawabpertanyaan mengenai hakikat ilmu psikologi, yang ditinjau dari segi ontologis,epistemelogis maupun aksiologisnya, yaituOntologis PsikologiDasar ontologi dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi objekpenelaahan ilmu. Oleh karena itu ontologis dari ilmu psikologi berhubungandengan objek penelaahan psikologi yakni perilaku manusia. Ilmu pengetahuanmenghendaki objeknya dapat diamati, diukur dan dicatat secara objektif. Ilmupsikologi mendasari objek penelaahan ilmunya adalah tingkah laku manusiadikarenakan perilaku dianggap lebih mudah diamati, diukur dan dicatat dengansistematis serta dapat terhindari dari dasarnya perilaku manusia mencakup dua jenis perilaku, yakni perilaku yangkasat mata dan tidak kasat mata. Perilaku yang tampak langsung seperti makan,berbicara, berjalan, menangis dan sebagainya. Sedangkan perilaku yang tidaktampak langsung misalnya motivasi, emosi, proses berfikir, dan proses-prosesmental lainnya. Kedua perilaku ini dapat diamati, diukur dan dicatat dengan pertimbangan bahwa perilaku-perilaku yang kasat mata merupakan manifestasidari perilaku yang tidak dapat mengetahui perilaku tidak kasat mata melalui observasi perilakuyang kasat mata. Sebagai contoh, perilaku tidak kasat mata yang diperhatikanadalah emosi dilihat dari berbagai indikator perilaku tampak seperti berbicara,berjalan, menangis/tersenyum, dan perilaku makan. Asumsinya seorang yangsedang mengalami emosi negatif akan berbeda perilaku kasat matanya denganseorang yang sedang mengalami emosi positif. Psikologi memperhatikan tampilanperilaku orang dengan kedua emosi berbeda. Maka hasilnya orang beremosi negatifmisalnya cenderung berbicara pelan, berjalan lambat, mudah menangis atau tidaknafsu makan. Sedangkan tampilan perilaku orang beremosi positif misalnyacenderung berbicara lebih keras dan berirama, berjalan dengan cepat dan semangat,mudah tersenyum serta tertawa dan ia akan mudah untuk sedikit pengamatan pada beberapa indikator perilaku tampak,psikologi akan mampu membedakan perilaku tidak tampak dalam hal ini prosesmental yang dialami seseorang. Sebagai objek ilmu psikologi, perilaku manusiamemiliki beberapa ciri-ciri mendasar yaitu a. Perilaku pada dasarnya tampak dan dapat diamati namun penyebab perilakumungkin tidak dapat diamati secara Perilaku mengenal berbagai tingkatan. Ada perilaku sederhana dan stereotipeseperti perilaku refleks. Namun ada juga perilaku yang kompleks sepertiperilaku sosial Perilaku bervariasi menurut jenis-jenis tertentu. Klasifikasi perilaku yang umumdikenal adalah kognitif, afektif dan konatif psikomotor yang masing-masingmerujuk pada perilaku dengan sifat rasional, emosional dan gerak-gerak fisikdalam Perilaku bisa disadari dan tidak disadari. Walaupun sebagian besar perilakusehari-hari kita sadari, tetapi kadang-kadang kita bertanya pada diri sendirimengapa kita berperilaku seperti itu.Epistemologi Psikologi Epistemologi membahas secara mendalam segenap proses yang terlihat dalamusaha untuk memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu epistemologi psikologi membahas proses yang terlibat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuanmengenai perilaku disiplin ilmu, psikologi dipandang memiliki syarat keilmuan dimana objekstudi psikologi dipelajari secara sistematik menggunakan metode-metode yangmenjamin objektifitas pengambilan kesimpulannya. Artinya, metode yangdigunakan mampu mengamati, mencatat dan mengukur perilaku seperti apaadanya. Meskipun demikian, psikologi mengalami adanya sumber kesalahan yangberasal dari subjek penelitian, alat yang dipakai dan peneliti itu sendiri. Untuk itutelah dikembangkan metode-metode penelitian yang lebih halus dan teliti sehinggalebih valid dan reliabel. Pengembangan metode-metode psikologi senantiasamengikuti syarat-syarat keilmuan dan kebenaran ilmiah. Berikut ini beberapametode umum yang sering dipakai dan telah teruji kebenarannya dalam ilmupsikologi a. Metode Eksperimen, suatu metode ilmiah yang biasa digunakan penelitian-penelitian ilmiah. Tujuan metode eksperimen psikologi adalah untuk melihathubungan-hubungan yang jelas antara variabel-variabel yang diteliti. Umumnyahubungan yang diteliti bersifat kausalitas sebab akibat. Oleh karena itu dalammetode eksperimen, terdapat usaha yang keras dalam mengendalikan semuavariabel diluar perilaku yang ingin diteliti sehingga didapat dengan benarhubungan antar variabel Metode Observasi, metode ini dilakukan dengan mengamati perilaku manusiatanpa peneliti membuat pengkondisian tertentu. Tujuan observasi psikologiadalah untuk mempelajari dan mendapatkan data mengenai perilaku dalamsituasi dan kondisi yang sebenarnya tanpa mengganggu terjadinya perilakutersebut. Observasi dilakukan dengan sistematik. Informasi atau data dariperilaku yang diamati dicatat secara metodologis, diklasifikasi dan akhirnyaditarik kesimpulan logis. Selain sistematik, observasi juga dilakukan dengantetap memperhatikan objektifitas pengamatan. Artinya, peneliti tidakmemasukkan perasaan, prasangka dan anggapan-anggapan Metode Survei, dalam metode ini subjek penelitian diamati secara sistematikdan sekaligus ditanya baik menggunakan kuesioner maupun pertanyaan-pertanyaan langsung yang bebas dan sudah direncanakan inidirancang berdasarkan indikator-indikator perilaku dari teori psikologi yang merumuskan variabel psikologis yang ingin diteliti. Umumnya metode inimenggunakan teknik Metode Klinis, metode ini mencakup wawancara mendalam, penggunaan alat-alat tes diagnosa psikologis dan studi kasus. Tujuannya ialah untuk mengetahuisebab-sebab timbulnya perilaku dan kecenderungan-kecenderungan umumlainnya dalam diri individu. Bila metode-metode lain dilakukan untukmengambil kesimpulan berdasarkan perilaku sekelompok orang nomothetik,maka metode klinis justru ingin menjelaskan perilaku individu sebagai pribadiyang unik idiografik.Aksiologi Psikologi Aksiologi membahas mengenai manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuanyang didapatkannya. Oleh karena itu aksiologi dari ilmu psikologi dapat terlihatdari spesialisasi ilmu psikologi yang diterapkan melalui profesi psikologi. Tujuandari ilmu psikologi sendiri adalah mampu memahami, menjelaskan, memprediksiserta mengendalikan perilaku itu sendiri. Hal ini dilakukan agar manusia dapatbertingkah laku menyesuaikan diri adjustment dalam rangka kesejahteraanpsikologisnya well-being di dalam situasi dan lingkungan ilmu psikologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh manusia dalamberbagai macam aspek kehidupan diantaranya adalah sebagai berikut a. Psikologi di bidang Industri dan Organisasi. Ilmu psikologi banyak diterapkan di bidang industri dan organisasi dalamrangka mengembangkan sumber daya manusia di dalamnya. Psikologi bergunadalam proses pengembangan sumber daya manusia yang efektif dan efisiensehingga memberikan keuntungan untuk semua pihak. Psikologi banyakberperan dalam proses seleksi, recruitment dan penempatan karyawan yangsesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Selain itu ilmu psikologi berperandalam pengembangan keterampilan interpersonal, bimbingan karir sertapenciptaan iklim perusahaan yang lebih Psikologi di bidang Pendidikan. Psikologi berperan penting dalam bidang pendidikan, khususnya dalammemahami dan menyusun metode pendidikan yang sesuai denganperkembangan dan keadaan psikologis peserta didik. Psikologi berguna dalampenelusuran kemampuan, bakat serta minat siswa sehingga mampu mengarahkan jenis dan bagian pendidikan yang sesuai. Selain itu psikologimemberikan pandangan penting mengenai cara belajar, berfikir, mengingat danatensi yang menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar. Saat inipsikologi membantu dalam pengembangan kurikulum serta metode pendidikanyang sesuai dengan kapasitas siswa sehingga membantu bermacam-macamkesulitan belajar atau meningkatkan kemampuan belajar Psikologi di bidang klinisPsikologi klinis dan kesehatan berperan penting dalam membantu kesembuhanpara pasien. Gangguan kesehatan dapat diakibatkan tidak hanya virus ataubakteri namun dapat pula disebabkan adanya gangguan pada psikis seseorang,misalnya stres. Psikologi membantu pasien untuk menyelesaikan permasalahanpsikis seseorang sehingga mempercepat kesembuhan pasien. Penjaringan datapsikologis seseorang juga membantu para dokter atau psikiater dalammemahami sebab psikologis mendalam dari penyimpangan psikis pasiensehingga dapat membuat diagnosa, prognosa dan terapi penyembuhan yangtepat. Psikologi juga berperan penting dalam terapi psikologis yang berkenaandengan gangguan kepribadian, gangguan perilaku dan penyimpangan-penyimpangan psikologis lainnya melalui psikoterapi dan Pengertian dan syarat ilmuTerdapat sejumlah persyaratan agar pengetahuan knowledge layak disebut ilmuscience. Persyaratan ini disebut sifat ilmiah. Ada 4 syarat agar pengetahuan dapatdisebut ilmu, yaitua. Objektif, yaitu sesuai dengan objeknya. Ilmu harus memiliki objek kajian yangterdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luarmaupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin adakarena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicariadalah kebenaran, yaitu persesuaian tahu dengan objek, dan karena itu disebutkebenaran objektif, bukan berdasarkan subjek peneliti atau subjek Metodis, yaitu cara. Dalam upaya mencapai kebenaran, selalu terdapatkemungkinan penyimpangan. Oleh karena itu, harus diminimalisasi. Konsekuensinya, harus terdapat cara tertentu untuk menjamin Sistematis, yaitu tersusun dalam sebuah rangkaian sebab akibat. Untukmengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskandalam hubungan yang teratur dan logis, sehingga membentuk suatu sistem, yangartinya utuh menyeluruh, terpadu, menjelaskan rangkaiansebab akibatmenyangkut Universal, yaitu secara keseluruhan umum. Kebenaran yang hendak dicapaibukan yang tertentu saja, melainkan yang bersifat umum. Dengan kata lain,pengetahuan tentang yang khusus, yang tertentu saja tidak diinginkan. Pola pikiryang digunakan adalah pola pikir induktif, yaitu cara berpikir dari hal-hal khusussampai pada kesimpulan demikian, jika pengetahuan hendak disebut ilmu, ia harus memenuhi sifatilmiah sebagai syarat ilmu, yaitu objektif, metodis, sistematis, dan universal. Syaratdari objek ilmu adalah harus bisa diverifikasi atau Apakah psikologi termasuk ilmu?Untuk menguraikan dan menunjukkan bahwa psikologi adalah suatu ilmu bukan suatuhal yang mudah. Namun psikologi dapat dikatakan sebagai ilmu bila memenuhipersyaratan ilmu. Syarat keilmuan yang umum dinyatakan ada 4 syarat antara lainObjek Psikologi Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang memiliki objek material dan objek formaluntuk dikaji. Objek material adalah suatu pokok persoalan yang dikahi oleh suatuilmu sedangkan objek formal adalah cara meninjau objek material dari ilmutersebut. Maka objek material atau objek yang dikaji oleh psikologi adalahmanusia. Sedangkan objek formal atau sudut pandang keilmuan psikologi adalahsegi tingkah laku manusia. Objek tersebut bersifat empiris.Metode Psikologi Metode yang dimaksud disini adalah suatu cara dalam mendalami objek yangdipelajari. Metode dapat diterima dan dikatakan ilmiah bila memenuhi ciri-ciri yakni objektif, adekuat, reliabel, valid, sistematis dan akurat. Metode-metodepsikologi yang mampu diuji syarat keilmiahannya meliputi metode eksperimen,metode studi kasus, metode klinis dan konseling, metode korelasional, metodekomparatif, metode survei, metode observasi dan interview. Atkinson, 200431Sistematika Psikologi Psikologi mempunyai susunan yang baik dan benar. Berikut ada beberapa cabangpsikologi yaitua. Psikologi teoritis yaitu psikologi berdasarkan ini digunakan untukmemprediksi lalu teori ini digunakan untuk menjelaskan. Maka teori inimerupakan alat terpenting dari satu ilmu pengetahuan. Ada 2 kelompokpsikologi teoritis yaitu Psikologi umum psikologi ini mempelajari menguraikandan menyelidiki aktivitas psikis manusia yang sifatnya khususpsikologi yang mempelajari tingkah laku manusia pada situasi Psikologi praktis, disebut juga psikologi terapan yaitu psikologi yangmempelajari tingkah laku individu dalam kehidupannya. Tujuannya untukmenemukan prinsip-prinsip psikologi untuk memecahkan masalah-masalahdalam kehidupan manusia. Adapun cabang-cabang psikologi praktis diantaranyaPsikologi industri dan organisasi menyelesaikan masalah – masalah dalamorganisasi kerja, Psikologi klinis usaha para psikolog untuk menolong orangyang mengalami gangguan psikis.Universalitas Psikologi Ilmu pengetahuan mengenal apa yang disebut ilmiah universal, yaitu dalilpengertian atau aksioma yang berlaku umum. Sebagai ilmu, psikologi harusmemiliki sifat ini dan berarti psikologi harus mempelajari manusia dalampengertian-pengertian yang berlaku umum di samping mempelajari individusebagai totalitas kepribadian yang psikologi yang mampu diterapkan dimana pun merupakan bukti bahwapsikologi merupakan ilmu yang universal. Misalnya teori perkembangan manusia,teori motivasi, teori kepribadian, persepsi dan kemampuan berfikir manusia merupakan contoh teori yang universal dari psikologi yang dapat diterapkan dimana pun, kapan pun dan pada siapa 2001. Filsafat Ilmu. Bandung UPI. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
ahli dalam suatu cabang ilmu